Berita

Lima Peserta Wisuda IAIN Palu Terima Penghargaan

Lima peserta wisuda sarjana ke-XXIV dan wisuda pascasarjana ke-VII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menerima penghargaan dari rektor yang tertuang dalam surat keputusan rektor  Nomor: 534 Tahun 2019.

Masing-masing dari Pascasarjana (S2) Magister, atas nama Nurinayah, MH, Nomor Induk Mahasiswa 02.21.03.17.013, jurusan Ahwal  Syakhsiyyah (AS), IPK 3,83, Yudisium Cumlaude.

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dawwah (S1) atas nama Muznah Aldjufri, S.Ag, Nomor Induk Mahasiswa 15.2.11.0011, jurusan Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IAT), IPK 3,97, Yudisium Cumlaude.

Fakultas Syariah (S1) atas nama Ghifrini, S.H, Nomor Induk Mahasiswa 15.3.07.0004, jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES), IPK 3,81, Yudisium Cumlaude.

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (S1) atas nama Rahmad Ainun Najib, S.Pd, Nomor Induk Mahasiswa 15.1.01.0128, jurusan Pendidikan agama Islam (PAI), IPK 3,92, Yudisium Cumlaude.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (S1) atas nama Dwi Intan Fitriany, SE, Nomor Induk Mahasiswa 15.3.12.0027, jurusan Ekonomi Syariah (ESY), IPK 3,87, Yudisium Cumlaude.

Lima wisudawan tersebut menerima penghargaan bukan hanya karena pertimbangan perolehan nilai IPK, melainkan dari segi budi pekerti, tingkah laku, aktivitas dan dedikasi mahasiswa selama mengikuti pendidikan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Sagaf S Pettalongi., M.Pd dalam pesan almamaternya meminta kepada seluruh peserta wisuda untuk berbangga diri sebagai alumni atau lulusan IAIN Palu, karena telah dibekali pengetahuan dan keterampilan serta bekal hidup yang memadai, dengan empat kecerdasan yakni spiritual, intelektual, sosial, dan emosional.

“Kami yakin bahwa saudara-saudara dapat segera mengintegrasikan diri dengan lingkungan. Memanfaatkan dan menciptakan kesempatan, dan mampu berkompetisi secara sehat dan sportif,”kata rektor, Sabtu (7/12/2019).

Dengan kecerdasan majemuk itu pula, para lulusan diyakini memiliki kemampuan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga menjadi pencipta kerja (job creator).

“Keberhasilan sangat bergantung pada kepiawaian saudara dalam membaca peluang dan menciptakan peluang untuk memberdayakan diri sebagai insan yang sudah memiliki pengalaman belajar dan kompetensi Iayak,”pesan rektor.

Rektor juga mengingatkan, bahwa proses belajar tidaklah berhenti dengan diperolehnya gelar kesarjanaan, dengan mengutip kata-kata bijak bahwa belajar yang sesungguhnya justru dilakukan seteIah seseorang meraih gelar sarjana. Artinya, apa yang telah terima di bangku kuliah pada dasarnya adalah metodologi yang nantinya akan berguna dalam melihat realitas, membaca fenomena sosial budaya di sekitar, menganalisa berbagai persoalan secara ilmiah, Ialu menemukan solusi sebagai jalan keluarnya.

“Di sinilah proses belajar yang sesungguhnya terjadi,”ungkap rektor.

Oleh karena itu kata rektor, keIuarga besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu mengharapkan para lulusan itu kembali ke tengah masyarakat mengabdikan diri, hadir sebagai pambawa solusi bukan pembawa masalah. Jadikan keberhasilan saat ini sebagai momentum untuk berusaha dan bekerja lebih keras lagi, demi keberhasilan yang akan datang dengan membawa nama baik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu sebagai almamater.

Selain itu kata rektor, keberhasilan para wisudawan juga berkat jerih payah dan perjuangan keluarga, orang tua, isteri, suami bahkan anak-anak. “Kepada para wisudawan, saya berharap agar senantiasa menghargai jasa-jasa mereka. Insyaallah, keberhasilan yang penuh berkah akan diperoleh jika saudara-saudara senantiasa menghargai jasa-jasa keluarga yang telah memberikan bantuan dan dukungan demi keberhasilan saudara, khusus kepada para orang tua,”pesan rektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *