Berita

Kemenag tinjau kelayakan IAIN Palu transformasi menjadi UIN

Kementerian Agama RI lewat tim penilai (asessmen) alih status, Kamis 12/12, meninjau dan melihat langsung kesiapan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, terkait rencana transformasi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri tersebut menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

“Penilaian hari ini, merupakan tindaklanjut dari penilaian dokumen alih status IAIN Palu menjadi UIN yang telah berlangsung pada bulan September 2019,” ucap Ketua Tim Penilaian Alih Status Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad, di Palu, Kamis.

IAIN Palu berhak untuk dinilai kembali dalam upaya transformasi menjadi UIN, di karenakan dalam penilaian proposal/dokumen alih status pada bulan September mendapat nilai 306 atau memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti.

Adib sapaan akrab Muhammad Adib Abdushomad mengemukakan IAIN Palu menjadi salah satu dari 11 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang saat itu dinilai dokumen alih statusnya pada September.

Berdasarkan penilaian tim, dari 11 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri status IAIN, hanya sembilan IAIN yang dipandang layak untuk ditindaklanjuti dokumennya alih status oleh Kemenag RI, salah satunya yakni IAIN Palu.

“Diantara 11 PTKIN, kemudian turun ke sembilan PTKIN, IAIN Palu nilainya diatas 300. Karena itu berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 15 Tahun 2014 maka dilakukan visitasi. Nah, visitasi atau penilaian lapangan hari ini, untuk mengecek langsung bagaimana dan seperti apa kondisi lapangan,” ujarnya.

Adib yang merupakan Kasubdit Pengembangan dan Kerjasama Kementerian Agama mengatakan, berdasarkan penilaian tidak banyak perubahan yang signifikan atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara data-data yang disajikan dalam proposal dan yang ada di lapangan.

Bahkan, akui dia, kesiapan civitas akademika IAIN Palu untuk alih status menjadi UIN sudah sangat mendukung.

“Sudah sangat mendukung, bahkan saya mengajak kepada civitas akademika supaya perubahan menjadi UIN harus menjadi milik bersama, kebanggaan bersama seluruh civitas akademika IAIN Palu,” sebutnya.

IAIN Palu berpeluang besar menjadi UIN tahun 2020, hal itu karena Kementerian Agama berdasarkan rencana strategis pendidikan Islam menginginkan adanya penambahan UIN.

“Saya ini ada 17 UIN, kita ingin tambah. Namun penambahan ini tidak hanya kuantitas tetapi harus juga kualitas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa satu hal yang harus menjadi komitmen dan harus diimplementasikan oleh IAIN Palu ketika nanti menjadi UIN yaitu integrasi keilmuan antara pendidikan Islam atau keagamaan dan sains.

Tim Penilai, sebut Adib, akan memperbaiki kembali dokumen-dokumen yang telah dimasukkan oleh IAIN Palu, lalu kemudian tim akan membuat surat pengantar alih status ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara di tandatangani Menteri Agama untuk diproses lebih lanjut.

Terkait hal itu, Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan naskah akademik untuk alih status telah disiapkan dan telah dipresentasikan kepada tim penilai.

Terkait integarasi pendidikan Islam atau keagamaan dengan sains telah di rancang oleh IAIN Palu dalam konsep menara keilmuan, yang selanjutnya akan disampaikan ke Kementerian Agama RI di Jakarta.

Selain memeriksa kelengkapan dokumen dan meninjau kampus satu IAIN Palu di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, tim juga meninjau langsung ketersediaan lahan pembangunan kampus di Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *