Berita

IAIN turunkan 510 peserta KKN sebar Islam agama damai

Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menurunkan 510 peserta kuliah kerja nyata (KKN) di tiga kabupaten dan satu kota di Sulteng untuk menyebarkan Islam sebagai rahmatan lilalamiin, agama yang mengajarkan kedamaian.

“Ia, jadi penekanannya ialam mahasiswa KKN harus mampu menyampaikan ke masyarakat tentang Islam sebagai agama rahmatan lilalaamiin, agama yang mengajarkan tentang kedamaian,” ucap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Palu, Prof Dr H Asy’ari di Palu, Kamis.

Prof Asy’ari menerangkan daerah-daerah yang menjadi tujuan KKN ialah Kabupaten Poso, Kabupaten Tojo Una-una, Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Dia menerangkan, jumlah mahasiswa/peserta KKN  angkatan tujuh gelombang satu tahun 2020 sebanyak 510 mahasiswa, yang akan ditempat di 20 desa dari empat kecamatan untuk Kabupaten Poso.

Kemudian,  32 desa di tiga kecamatan untuk Kabupaten Tojo Una-una dan 18 desa tiga kecamatan untuk Kabupaten Sigi.

“Untuk Kota Palu mahasiswa KKN menjalanu di kampus dan di lokasi rusunawa sebagai pesantrennya IAIN Palu di Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi,” urai dia.

Dia menerangkan, mahasiswa akan menjadi proses KKN selama sebulan penuh mulai tanggal 10 Februari – 10 Maret 2020. Selama sebulan, panitia akan rutin mengontrol peserta.

Dalam rentan waktu tersebut, kata dia mahasiswa perlu mengenalkan Islam rahmatan lilalaamiin kepada masyarakat di desa-desa.

Sebelum turun ke lokasi KKN, saat ini 510 peserta sedang mengikuti pembekalan yang telah berlangsung sejak tanggal 28 Februari hingga 1 Februari 2020.

KKN merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat oleh komponen civitas akademik yang tetuang dalam tri dharma perguruan tinggi Institut Agama Islam Negeri Palu.

Pengabdian terhadap masyarakat dalam bentuk KKN, salah satu tujuannya untuk memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan.

Karena itu, salah satu fokus IAIN Palu lewat program KKN yaitu memberikan pendidikan tentang Islam rahmatan lilalaamin kepada masyarakat di wilayah terpencil yang terbatas dengan informasi.

“Bentuk pengabdian terhadap masyarakat dapat dilakukan dengan pembinaan majelis ta’lim, pembinaan remaja Islam masjid, khutbah Jumat, dan lainnya lewat program-program non-fisik peserta KKN,” sebut Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi, MPd, Kamis.

Kepada peserta KKN, Prof Sagaf Pettalongi mengimbau kepada mahasiswa/peserta KKN angkatan VI tahun 2019 untuk menonjolkan akhlak yang baik kepada masyarakat di lokasi KKN.

“Mahasiswa tonjolkan akhlak yang baik di masyarakat, akhlakul karimah selama proses KKN berlangsung,” ucap Prof Dr Sagaf Pettalongi.

Selain untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah lewat peran akademik IAIN Palu, Rektor juga berharap kepada mahasiswa KKN untuk turut serta menyosialisasikan perguruan tinggi Islam negeri tempat peserta KKN menimbah ilmu pengetahun.

“Peserta KKN menjadi salah satu ujung tombak dalam menyosialisasikan IAIN Palu kepada masyarakat. Karena itu, tonjolkan akhlak yang baik selama di lokasi KKN,” kata Prof Sagaf.