Berita Rektor

37 CPNS tahun 2018 di IAIN Palu diangkat sebagai PNS

Sebanyak 37 calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Untuk CPNS yang baru saja menjadi PNS. Segera mempersiapkan diri untuk menyiapkan daftar usulan penilaian angka kredit (DUPAK),” kata Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd di Palu, Selasa.

Pernyataab itu disampaikan Prof Dr H Sagaf Pettalongi MPd saat menyampaikan sambutan dalam seremonial pengakatan CPNS tahun 2018, yang dirangkaikan dengan pelantikan delapan pejabat, berlangsung Aula IAIN Palu, Selasa.

Rektor berharap kepada CPNS 2018 yang terdiri dari dosen dan pegawai administrasi untuk melaksanakan tugas dan fungsi, mengacu pada tri dharma perguruan tinggi.

“Iya, termasuk penyiapan penyusunan DUPAK harus mengacu pada pendidikan dab pengajaran,  penelitian dan pengabdian serta pengabdian kepada masyarakat,” sebutnya.

Rektor juga menegaskan bahwa CPNS yang telah diangkat sebagai PNS, tidak boleh menjadi IAIN Palu sebagai batu loncatan.

PNS yang baru diangkat tidak diperkenankan untuk pindah dengan alasan apapun.

“Sesuai keputusan senat, PNS tidak boleh pindah. Harus mengabdi minimal 25 tahun terlebih dahulu,” ujar dia.

Selain mengangkat dan menyerahkan SK CPNS, Rektor juga melantik delapan pejabat di lingkungan IAIN Palu.

Mereka ialah, Muchlis sebagai Kepala Rumah Moderasi Beragama, M Taufan sebagai Ketua Prodi Perbandingan Mazhab, Muhammad Nur Asmawi menjabat sebagai Sekretaris Penjaminan Mutu dan Syaifullah sebagai Kepala UPT Pusat Tekhnologi Informasi dan Data IAIN Palu.

Kemudian, Ichsan Firmansyah M Amin sebagai Kasubag Keuangan dan BMN, Lukman Latif sebagai Kasubbag Tata Usaha, Humas dan Rumah Tangga, Rafiuddin Ibrahim sebagai Kasubbag Organisasi, Kepegawaian dan Penyusunan Peraturan, Muhdar sebagai Kasubbag Akmah dan Alumni pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

“Pelantikan ini diharapkan memicu semangat untuk meningkatkan kinerja dalam meningkatkan mutu IAIN Palu,” imbuhnya.

Terkait rumah moderasi beragama, Rektor mengemukakan hal itu untuk memperkuat konsep dan praktik moderasi beragama.

“Kemenag menganjurkan untuk setiap perguruan tinggi keagamaan Islam negeri membentuk rumah moderasi beragama. Saat ini peraturan ini sedang digodok, di Diktis Kemenag,” sebut Prof Sagaf

Sumber : Humas IAIN Palu