Berita

Maba jalur SPAN IAIN Palu ikut pengenalan moderasi beragama

Mahasiswa baru (Maba) tahun 2020 jalur pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mulai mengikuti pengenalan moderasi beragama.

“Kami menginginkan agar mahasiswa dapat memahami Islam, seperti Islam yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu, Islam Rahmatan Lilalaamin atau Islam Wasathiyah, atau dalam bahasa Indonesia di sebut Islam moderat,” ucap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf Pettalongi MPd, di Palu, Selasa.

Pengenalan moderasi beragama kepada mahasiswa baru, merupakan satu upaya pembinaan yang dilakukan oleh IAIN Palu sebelum mahasiswa baru mengikuti orientasi di tingkat perguruan tinggi atau pengenalan budaya akademik kampus.

Di IAIN Palu sebelum mahasiswa baru mengikuti proses pembelajaran di smester awal, terlebih dahulu mahasiswa baru mengikuti pembinaan. Pembinaan pertama dilakukan di Mahad Aljami’ah (Pesantrennya IAIN Palu), matrikulasi dan ketiga PBAK.

Pada tiga tahapan pembinaan itu, mahasiswa baru akan dikenalkan dengan moderasi beragama, penguatan nilai-nilai Pancasila dan NKRI, sebagai upaya menangkal tumbuh dan berkembangnya gerakan intoleransi.

Hal itu merupakan upaya sekaligus keinginan Rektor Prof Dr Sagaf Pettalongi yang ingin menjadikan mahasiswanya unggul dengan intelektual muslim moderat.

Keinginan Rektor menjadikan mahasiswanya sebagai kaum intelektual Muslim yang moderat, dengan konsep Islam Wasathiyah merujuk pada Quran Surah Albaqarah Ayat 143.

Meski tidak ada mahasiswanya yang terpapar faham radikal, faham ekstremisme. Namun kegiatan akademik yang bermuara pada pembentukan wawasan moderasi Islam dan Islam Rahmatan Lilalaamin terus di tonjolkan.

Kepala Bagian Akademik IAIN Palu H Wahab MPd mengemukakan saat ini terdapat 25 peserta/mahasiswa baru dari jalur SPAN yang mengikuti pembinaan di Mahad Aljamiah.

“Tahap awal 25 orang, dilaksanakan secara offline atau tatap muka, namun tetap mengedepankan prokol kesehatan, di tengah adanya penyebaran COVID-19,” sebutnya.

Untuk tahap kedua, kata dia, akan dilaksanakan dengan melihat situasi perkembangan COVID-19 daerah. Bila tidak dimungkinkan secara tatap muka, maka akan dilaksanakan secara online.

Hari ini, sebut dia, seremonial pembukaan telah dimulai, dan langsung masuk materi pengenalan moderasi beragama yang di kaitkan dengan pengenalan Pancasila kepada mahasiswa.

“Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Abidin Djafar MAg, langsung menyampaikan materi tentang Islam moderat dan penguatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa baru,” ungkap dia.