Berita

IAIN Palu perketat protokol kesehatan saat shalat Idul Adha

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona jenis baru (COVID-19) dalam pelaksanaan shalat Idul Adha 1441 Hijriah secara berjamaah, di lingkungan kampus tersebut, Jumat.

“Shaf shalat harus berjarak, jamaah harus menggunakan masker,” ucap panitia pelaksana Shalat Idul Adha, Dr Adam, di IAIN Palu.

Bagi jamaah yang sedang menderita penyakit flu, batuk dan influenza, kata Adam, jangan mengambil posisi di tengah shaf. Melainkan di samping ujung.

Selain itu, setiap jamaah yang datang ke lomasi pelaksanaan shalat, sebelum memasuki lokasi wajib diperiksa suhu tubuhnya.

Pelaksanaan shalat Idul Adha berlangsung di halaman samping gedung Rektorat IAIN Palu, dihadiri Rektor Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd. Selain civitas akademik, warga sekitar kampus turut mengikuti pelaksanaan shalat Idul Adha di lingkungan kampus tersebut.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan shalat Saiful, khatib Dr Syamsuri.

Khatib Dr Syamsuri dalam khutbahnya  yang berjudul membangun infastruktur ritual kurban, mengatakan ibadah qurban adalah syariat Nabi Muhammad yang memiliki latarbelakang sejarah panjang dari sejak Nabi Adam hingga Nabi Ibrahim.

Pernyataan itu dikuatkan dengan Firman Allah pada Surah Assafat Ayat 102. Ayat tersebut, kata Syamsuri merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk melaksanakan kegiatan ibadah qurban dengan menguji Ibrahim untuk menyembelih anaknya Ismail.

“Namun Allah SWT melihat dan menerima keikhlasan Nabi Ibrahim dalam kepatuhannya kepada Allah, maka Allah mengganti Ismail dengan domba yang besar,” ucap Dr Syamsuri.

Rasa syukur Nabi Ibrahim atas hal itu, kata dia, kemudian diikuti dengan melaksanakan penyembelihan 1.000 kambing, 300 lembu dan 100 unta.

“Kisah Ibrahim dan Ismail tentunya menjadi uswah hasanah, mengambil hikmah dan makna sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita masing-masig,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan shalat Idul Adha, Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf Pettalongi MPd mengemukakan Idul Adha dan Idul Qurban mengantar setiap muslim untuk memiliki sikap dan sifat, dalam rangka membangun kebersamaan antarsesama manusia.

“Beribah dan berqurban menjadi sesuatu yang paling mendasar, yang dibutuhkan pengorbanan. Pengorbanan waktu, tenaga, kesiapan, mental dan spiritual,” ucap Prof Sagaf.

Tahun ini, sebut dia, IAIN Palu melaksanakan shalat Idul Adha perdana berlangsung di lingkungan kampus, untuk merekatkan persaudaraan.

“Insya Allah ini akan kita lanjutkan dari tahun ke tahun, ini sebagai syiar sekaligus bentuk komitmen bersama IAIN Palu untuk saling berbagi dan menguatkan,” kata dia.

Usai melangsungkan shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan melaksanakan penyembelihan hewan qurban terdiri dari tujuh sapi dan tiga kambing.*

Sumber : Humas IAIN Palu